Kasus mati mendadak sering kita dengar dalam hidup keseharian kita. Apa
sesungguhnya di balik kematian mendadak itu? Apakah betul tidak ada hujan, tidak ada angin
sekonyong-konyong orang bisa mati?
Jawabannya bisa. Di luar kasus penganiayaan berat, orang bisa sekonyong-konyong mati
mendadak kendati sebelumnya tampak sehat-sehat saja. Namun, makna sehat di sini belum
tentu berarti betul secara medis terbilang sehat. Mungkin kelihatannya saja sehat, tapi
sesungguhnya mengidap penyakit yang tak dirasakan atau tidak pula menunjukkan gejala
maupun tanda-tanda. Penyakit jantung khususnya. Mengapa?
Pertama, karena penyakit jantung penyebab paling sering berujung kematian mendadak.
Tidak semua orang terbiasa memeriksakan diri, paling kurang untuk check up. Perlahan tapi
pasti, tanpa disadari, proses penyakit jantung yang mungkin sudah lama diidap terus saja
berkembang. Adapun penyakit jantung meliputi kasus-kasus (1) koroner, (2) pembengkakan
jantung (akibat darah tinggi lama), (3) kelainan jantung bawaan (kebocoran jantung), dan
bisa juga akibat serangan (4) infeksi jantung baik yang baru didapat maupun yang dulu
(sehingga merusak otot jantung, katup, atau pembuluh darahnya). Apa pun jenis kasus
penyakit jantungnya, ujungnya bisa berisiko kematian mendadak.
Kedua, tidak semua kasus penyakit jantung sudah memperlihatkan gejala atau menimbulkan
keluhan pada awalnya. Tergantung jenis penyakit jantungnya, seberapa parah derajat
penyakitnya, dan hal-hal lain apa saja yang memperberat penyakit jantungnya, sehingga pada
suatu saat, sekadar sekali sontekan kecil saja mendadak penyakitnya sudah langsung berat,
lalu mematikan.
Pengidap diabetes lama yang sudah berkomplikasi ke koroner jantung, sering tak merasakan
keluhan nyeri dada (angina pectoris), si gejala jantung koroner paling khas. Itu sebab angka
kematian mendadak karena serangan jantung lebih banyak dialami pengidap diabetes lama
yang tak pernah memeriksakan kondisi jantungnya. Itu alasan dalam ramalan medis tak
mustahil kalau orang yang kelihatan sehat bisa saja mati mendadak. Namun, tentu tidak
semua kasus serangan jantung yang berisiko merenggut nyawa pasti berakhir dengan
kematian. Sekiranya saja ada kemudahan mendapatkan pertolongan pertama dan pasien tidak
sedang berada seorang diri, ancaman kematian oleh serangan jantung mestinya bisa
digagalkan.
Kalau saja tersedia pertolongan gawat darurat di tempat kejadian atau lekas-lekas mendapat
pertolongan dalam hitungan golden hour (hitungan jam) dengan "resusitasi jantung-paruparu"
(CPR, Cardiopulmonary resuscitation), keadaan jantung mendadak berhenti berdenyut
atau cardiac arrest, bisa dibuat batal merenggut nyawa. Penyebab gangguan, biasanya
jantung dapat terganggu fungsinya oleh sejumlah penyebab. Paling sering penyebabnya
adalah sumbatan koroner. Kita tahu penyakit jantung koroner urusan puluhan tahun. Jika
lemak darah (kolesterol, trigliserida) dibiarkan tinggi untuk waktu lama, lambat laun akan
terbentuk 'karat lemak' pada dinding koroner, selain pada pembuluh darah mata, ginjal, dan
otak.
Karat lemak pada pembuluh darah orang modern sudah mulai terbentuk sejak usia remaja.
Tanpa mengontrol lemak darah dengan obat dan diet, diperkirakan cuma perlu waktu
sepuluhan tahun untuk menjadikan pipa pembuluh koroner menjadi tersumbat total. Namun,
jauh hari sebelum pembuluh koroner tersumbat total akibat kekurangan jatah makanan
(aliran darah pemasok oksigen), jantung seharusnya sudah lama menjerit. Jeritan jantung ini
yang muncul sebagai gejala nyeri dada spesifik. Nyeri seperti tertiban, tertindih, tertekan
barang berat di atas dada. Nyerinya bersifat menjalar ke lengan, leher, pundak, dan
punggung.
Awalnya nyeri hanya berlangsung beberapa detik, tapi, jika lemak darah tidak dikontrol, dan
pola gaya hidup tetap berisiko memperburuk koroner, serangan gejala nyeri dada semakin
hari semakin berlangsung lama. Nyeri dada yang semakin hari semakin lama mencerminkan
sumbatan koroner sudah semakin menebal, dan sumbatan koroner sudah semakin menutup
penampang pipa pembuluh, yang berarti pasokan oksigen buat otot jantung yang dilayaninya
semakin tipis saja.
Proses penyumbatan karat lemak bisa dihentikan bila lemak darah dan semua faktor risiko
koroner ditiadakan. Sayangnya lebih banyak pengidap koroner yang abai, sehingga bukan
jarang mati mendadak acap berlangsung di kamar hotel, sedang berzinah misalnya. Karena
berhubungan intim dengan bukan istri sendiri umumnya jauh lebih panas. Atau saat tengah di
meja makan karena makan kelewat kenyang, atau di kamar mandi, mendadak kaget terkena
paparan hawa dingin, atau di perjalanan karena keletihan, stres, perubahan jadwal harian.
Kita tidak mungkin bisa meramalkan kapan saatnya seseorang akan mengalami serangan
koroner, kecuali hanya menduga saja bahwa akan datang harinya entah kapan kalau saja
seseorang membiarkan hidupnya tetap di bawah ancaman berisiko koroner. Antara lain
membiarkan lemak darah tinggi, mengidap darah tinggi, kencing manis, perokok, gemuk. pola
dan gaya hidup sedentary).
Yang sebetulnya dapat dilakukan oleh mereka yang berisiko koroner atau pengidap kelainan
jantung lain, seberapa bisa meniadakan semua faktor risiko itu dan mengubahnya dengan
pola dan gaya hidup yang berlawanan dengan kebiasaan sebelumnya, seperti dengan kembali
makan teratur, tidur teratur, ada waktu jeda, kendurkan stres, cukup bergerak badan. Yang
perlu diperhatikan, pengidap jantung koroner berupaya membangun kebiasaan hidup teratur.
Bagi pengidap jantung, setiap perubahan jadwal harian berisiko mengganggu kerja faali
jantung yang sudah diset. Maka waspada kalau harus begadang, terlambat makan, tidak tidur
siang, atau kelebihan beban kerja fisik, serta kebanjiran stres. Serangan jantung sering terjadi
pada kondisi yang berubah dari kebiasaan sehari-hari seperti itu.
Jangan mandi dingin, terpapar hawa atau angin kencang sewaktu berjalan kaki, tidak
mengedan kuat sewaktu buang air besar, makan kelewat kenyang, kurang waktu jeda, minum
obat tidak sesuai jadwal atau dengan dosis memadai. Termasuk mewaspadai pola kegiatan
hubungan intim yang kelewat hot, serta menjauhkan olahraga statis (angkat beban,
menggotong barang berat, misalnya).
Jangan abaikan pula keluhan perut jika tahu mengidap penyakit jantung karena gangguan
perut bisa merupakan bagian dari gejala penyakit jantung juga. Jika pernapasan kurang
lapang, mendadak sesak napas, mudah letih, dan tiba-tiba jantung berdebar tanpa sebab,
bagian yang perlu mendapat perhatian mereka yang berisiko jantung koroner, atau sudah
mengidap penyakit jantung lain sebelumnya (jantung bawaan, pembengkakan jantung, atau
kelainan otot jantung oleh serangan koroner sebelumnya, atau kerusakan otot jantung oleh
infeksi, efek samping obat, atau penyakit lain). Ingat, ada jenis obat penurun lemak darah
yang efek sampingnya merusak otot jantung (cardiomyopathia). Kerusakan otot jantung
memperburuk penyakit jantung yang sudah ada.
Artikel Kesehatan
Semua Artikel Kesehatan yang Anda Butuhkan untuk Menunjang Kehidupan yang Lebih Baik
Selasa, 01 Mei 2012
Senin, 30 April 2012
Jangan Abaikan Sakit Kepala
Sakit kepala, terutama saat menunaikan puasa Ramadhan sering diabaikan
dengan alasan karena kadar gula berkurang atau kurang tidur. Tapi, pada kenyataannya bisa
tidak sesederhana itu. Bahkan bisa lebih parah.
Sebagian besar orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Gejalanya bisa bermacammacam.
Ada yang sempoyongan, kepala berdenyut-denyut, berputar, berat, atau terasa
seperti tertindih.
Secara umum, sakit kepala terbagi atas dua bagian, sakit kepala primer tipe tegang dan
migrain, serta sakit kepala sekunder yang disebabkan oleh suatu proses dalam otak karena
tumor, perdarahan, dan lain-lain. Penyebabnya bisa beragam, semisal: kurang gula atau "O2"
obat, kebanyakan nitrat dan monosodium glutamat (MSG), hipertensi, pascacedera kepala,
pascakejang, infeksi selaput otak, dan perdarahan.
Makanan yang bersifat merangsang, entah itu mengandung MSG, tyramin, dopamin, kafein,
atau zat nitrat yang banyak terdapat pada daging sapi olahan, ham, sosis, pada orang yang
peka memang bisa langsung mengganggu fungsi pembuluh darah kepala atau leher. Pasalnya,
beberapa puluh menit setelah makanan masuk ke dalam perut, terjadilah penyempitan
pembuluh darah. Rasa pusing bisa timbul akibat mengembangnya kembali pembuluh tersebut.
Sayang, penyebabnya masih belum diketahui dengn pasti. Namun, banyak peneliti
berpendapat, zat-zat kimia pada pembuluh darah yang diproduksi oleh tubuh menjadi biang
keladinya. Gangguan suplai darah ke otak yang mengakibatkan perubahan ukuran pembuluh
darah mana saja memang dapat menyebabkan pusing atau sakit kepala. Pusing karena
makanan pada umumnya hanya terasa pada satu sisi, entah berdenyut atau berat sebelah.
Kejadian seperti ini ternyata tidak sama dengan alergi terhadap makanan atau zat tertentu.
Kalau pusing karena makanan atau minuman disebabkan oleh pengaruh zat asam amino
terhadap pembuluh darah atau saraf, maka pusing karena alergi terhadap makanan (seperti
telur, udang, dan lain-lain) berhubungan dengan protein yang terkandung di dalamnya.
Sementara, gangguan alergi adalah gangguan pada sistem ketahanan tubuh, bukan pada
pembuluh darah atau saraf. Gejala alergi pada makanan umumnya memunculkan reaksi
seperti sesak napas, gatal, atau pembengkakan kulit, bahkan ada kalanya penderita pingsan.
Sakit kepala sebenarnya merupakan akibat dan rangsangan bangunan di kepala dan leher
yang peka terhadap nyeri, entah itu kulit, otot jaringan penunjang tengkorak, pembuluh
darah, atau bangunan-bangunan yang terdapat dalam rongga tengkorak. Penyebab sakit
kepala selain karena faktor intrakranial, bisa juga karena faktor ekstrakranial séperti
gangguan pada mata, THT, gigi, tulang leher, atau tumor. Bisa pula karena faktor psikis:
banyak pikiran, cemas, atau kurang tidur.
Ragam sakit kepala pun bermacam-macam, namun yang acapkali menjadi bahan pembicaraan
orang adalah migrain, sakit kepala menekan, dan vertigo. Migrain adalah bentuk sakit kepala
yang dimulai pada satu sisi dan menetap, berdenyut disertai mual dan terasa lebih berat pada
posisi membungkuk. Frekuensi serangan bisa setiap minggu, bisa setiap bulan. Bentuk spesifik
didahului penglihatan berkunang-kunang, di tengah bidang pandang muncul bintik-bintik
terang benderang.
Beberapa saat kemudian bintik menjadi sebesar telur menyebar ke samping kiri dan tampak
kabur atau gelap d tengahnya, di kelilingi cahaya terang. Setelah 5 menit, secara perlahan
bayangan memudar. Pada saat itu rasa nyeri pada sebelah kepala mulai datang, berdenyutdenyut
disertai rasa mual. Menurut dokter, hampir semua pusing migrain berhubungan
dengan pembuluh darah kepala dan leher. Pencetusnya bisa karena perubahan hormon saat
masa haid atau saat pemakaian pil KB. Bisa juga karena perubahan temperatur yang
mendadak, psikis, makanan, atau obat yang merangsang.
Obat yang diberikan biasanya bersifat mengerutkan pembuluh yang akan menghilangkan rasa
sakit. Namun, pemberian obat harus hati-hati kalau penderita mengidap tekanan darah tinggi,
angina pectoris (nyeri dada kiri), atau sudah mengalami pengerasan pembuluh darah.
Umumnya, pada saat serangan migrain berakhir, penderita merasa lemas dan nyeri otot, tapi
adakalanya merasa gembira sekali. Pada sakit kepala menekan, gejala umumnya ditandai
dengan kepala terasa ditekan atau terikat, tegang menyeluruh pada kedua sisi kepala seperti
pada dahi, pelipis, daerah belakang kepaa atau leher. Orang yang sering terserang sakit
kepala menekan ini, dianjurkan untuk tidak minum obat penghilang rasa sakit lebih dari 5- 10
kali dalam sebulan.
Sebaiknya gunakan obat sakit kepala yang hanya mempunyai satu bahan aktif seperti asam
asetil salisilat, Penggunaan obat kombinasi malah dikhawatirkan bisa menyebabkan sakit
kepala menjadi kronis. Selain itu, penderita dianjurkan untuk banyak melakukan jalan pagi,
senam, latihan relaksasi.
Bila kepala terasa sakit, mengompres leher bagian belakang dengan handuk hangat dapat
membantu meringankan penderitaan. Penderita juga dianjurkan tidak duduk terlalu lama bila
melakukan perjalanan jauh dengan mobil. Usahakan beristirahat pada selang waktu tertentu.
Mungkin penlu diperiksa apakah alas tidur atau bantal menjadi penyebabnya. Tentu saja
apabila obat dan latihan tersebut tidak mempan, perlu konsultasi dokter agar diteliti lebih
lanjut. Penelitian dengan CT-Scan dapat membantu untuk meneliti penyebab utamanya.
Penderita migrain ataupun sakit kepala menekan, dianjurkan tidak minum minuman
beralkohol, makanan yang diawetkan atau dikeringkan, keju tua, kol asam, makanan beragi
atau mengandung banyak nitrat (pada daging olahan), atau MSG yang gampang merangsang
pembuluh darah. Jenis gangguan kepala lain adalah vertigo yang merupakan suatu ilusi
bergerak atau halusinasi gerakan. Penderita merasakan atau melihat lingkungannya seolah
berputar, padahal sebenarnya tidak. Gerakan yang dirasakan pada umumnya berputar,
walaupun ada kasus yang gerakannya bersifat linier (tubuh seolah didorong atau ditarik
menjauhi bidang vertikal).
Perasaan berputar muncul karena sistem keseimbangan dalam otak terganggu. Yang
mengatur sistem keseimbangan adalah sistem vestibuler, sistem serebelum (otak kecil), dan
sistem korteks (lapisan luar) serebri dan batang otak. Vertigo yang dalam bahasa Yunani
artinya memutar, Sebagian besar disebabkan oleh gangguan sistem vestibuler yang sering
dibarengi gangguan sistem otonom (mual, pucat, keringat dingin, muntah, perubahan denyut
nadi, tekanan darah, dan diare).
Vertigo sebenarnya merupakan gejala suatu penyakit, bisa akibat benturan atau trauma
pascakecelakaan, stres, gangguan pada telinga bagian dalam, obat-obatan, terlalu sedikit atau
terlalu banyak aliran darah ke otak. Sensasi sempoyongan juga dapat dialami seseorang yang
berdiri di ketinggian atau bingung berada di tempat yang ramai dan asing. Yang lebih parah
apabila sakit kepala ini merupakan gejala stroke atau tumor otak. Untuk mengetahui pangkal
penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan secara teliti.
Dikenal juga istilah vertigo posisional, yakni vertigo akan muncul hanya pada sikap atau posisi
kepala tertentu, misalnya miring ke kanan atau kiri dan telinga yang terganggu ditempatkan
di sebelah bawah. Sindrom ini pada umumnya hanya berlangsung beberapa detik atau menit
saja, namun disertai rasa mual.
Ada pendapat yang menyatakan, untuk mengatasi gejala itu penderita seharusnya terus
berusaha mempertahankan sikap atau posisi yang mencetuskannya. Dengan latihan ini, lama
kelamaan intensitas serangan akan mereda. Namun dalam kenyataan, kebanyakan penderita
langsung mencari posisi lain untuk mengalihkan serangan. Tapi, ini tergantung penyebabnya.
Kalau kelainan terletak pada batang otak atau serebelum, tidak akan diperoleh perbaikan
dengan cara di atas.
Yang perlu diwaspadai apabila sakit kepala timbul mendadak dengan rasa sakit tidak
tertahankan. Perlu juga dicurigai sakit kepala yang semakin berat. Juga sakit kepala yang
memburuk bila mengejan atau melakukan kegiatan. Apalagi kalau disertai penurunan
kesadaran, bicara mulai kacau, demam tinggi. Sakit kepala yang begini biasanya pertanda
adanya kelainan daam rongga tengkorak.
Sakit kepala karena ketegangan sering dicetuskan oleh stres. Penderita merasa pusing
sewaktu melihat orang banyak, jantung berdebar, perut kembung, mudah tersinggung, sulit
tidur, dan tampak depresi.
Kalau penderita hipertensi umumnya merasa sakit kepala saat bangun tidur dan berkurang
atau hilang saat ia melakukan kegiatan, tidak demikian pada penderita sakit kepala karena
ketegangan. Sakit kepala jenis ini sering dimulai pagi hari, lalu semakin siang semakin terasa
berat. Pada penderita migrain, sering sakit kepala dirasakan justru tengah malam sehingga
mengganggu tidurnya.
Selain jalan kaki dan berenang, para pelanggan sakit kepala sebaiknya juga melakukan senam
ringan seperti menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Ditambah latihan mengangkat
bahu perlahan-lahan. Usahakan pula untuk hidup teratur dan hindari bekerja di luar batas
kemampuan.
dengan alasan karena kadar gula berkurang atau kurang tidur. Tapi, pada kenyataannya bisa
tidak sesederhana itu. Bahkan bisa lebih parah.
Sebagian besar orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Gejalanya bisa bermacammacam.
Ada yang sempoyongan, kepala berdenyut-denyut, berputar, berat, atau terasa
seperti tertindih.
Secara umum, sakit kepala terbagi atas dua bagian, sakit kepala primer tipe tegang dan
migrain, serta sakit kepala sekunder yang disebabkan oleh suatu proses dalam otak karena
tumor, perdarahan, dan lain-lain. Penyebabnya bisa beragam, semisal: kurang gula atau "O2"
obat, kebanyakan nitrat dan monosodium glutamat (MSG), hipertensi, pascacedera kepala,
pascakejang, infeksi selaput otak, dan perdarahan.
Makanan yang bersifat merangsang, entah itu mengandung MSG, tyramin, dopamin, kafein,
atau zat nitrat yang banyak terdapat pada daging sapi olahan, ham, sosis, pada orang yang
peka memang bisa langsung mengganggu fungsi pembuluh darah kepala atau leher. Pasalnya,
beberapa puluh menit setelah makanan masuk ke dalam perut, terjadilah penyempitan
pembuluh darah. Rasa pusing bisa timbul akibat mengembangnya kembali pembuluh tersebut.
Sayang, penyebabnya masih belum diketahui dengn pasti. Namun, banyak peneliti
berpendapat, zat-zat kimia pada pembuluh darah yang diproduksi oleh tubuh menjadi biang
keladinya. Gangguan suplai darah ke otak yang mengakibatkan perubahan ukuran pembuluh
darah mana saja memang dapat menyebabkan pusing atau sakit kepala. Pusing karena
makanan pada umumnya hanya terasa pada satu sisi, entah berdenyut atau berat sebelah.
Kejadian seperti ini ternyata tidak sama dengan alergi terhadap makanan atau zat tertentu.
Kalau pusing karena makanan atau minuman disebabkan oleh pengaruh zat asam amino
terhadap pembuluh darah atau saraf, maka pusing karena alergi terhadap makanan (seperti
telur, udang, dan lain-lain) berhubungan dengan protein yang terkandung di dalamnya.
Sementara, gangguan alergi adalah gangguan pada sistem ketahanan tubuh, bukan pada
pembuluh darah atau saraf. Gejala alergi pada makanan umumnya memunculkan reaksi
seperti sesak napas, gatal, atau pembengkakan kulit, bahkan ada kalanya penderita pingsan.
Sakit kepala sebenarnya merupakan akibat dan rangsangan bangunan di kepala dan leher
yang peka terhadap nyeri, entah itu kulit, otot jaringan penunjang tengkorak, pembuluh
darah, atau bangunan-bangunan yang terdapat dalam rongga tengkorak. Penyebab sakit
kepala selain karena faktor intrakranial, bisa juga karena faktor ekstrakranial séperti
gangguan pada mata, THT, gigi, tulang leher, atau tumor. Bisa pula karena faktor psikis:
banyak pikiran, cemas, atau kurang tidur.
Ragam sakit kepala pun bermacam-macam, namun yang acapkali menjadi bahan pembicaraan
orang adalah migrain, sakit kepala menekan, dan vertigo. Migrain adalah bentuk sakit kepala
yang dimulai pada satu sisi dan menetap, berdenyut disertai mual dan terasa lebih berat pada
posisi membungkuk. Frekuensi serangan bisa setiap minggu, bisa setiap bulan. Bentuk spesifik
didahului penglihatan berkunang-kunang, di tengah bidang pandang muncul bintik-bintik
terang benderang.
Beberapa saat kemudian bintik menjadi sebesar telur menyebar ke samping kiri dan tampak
kabur atau gelap d tengahnya, di kelilingi cahaya terang. Setelah 5 menit, secara perlahan
bayangan memudar. Pada saat itu rasa nyeri pada sebelah kepala mulai datang, berdenyutdenyut
disertai rasa mual. Menurut dokter, hampir semua pusing migrain berhubungan
dengan pembuluh darah kepala dan leher. Pencetusnya bisa karena perubahan hormon saat
masa haid atau saat pemakaian pil KB. Bisa juga karena perubahan temperatur yang
mendadak, psikis, makanan, atau obat yang merangsang.
Obat yang diberikan biasanya bersifat mengerutkan pembuluh yang akan menghilangkan rasa
sakit. Namun, pemberian obat harus hati-hati kalau penderita mengidap tekanan darah tinggi,
angina pectoris (nyeri dada kiri), atau sudah mengalami pengerasan pembuluh darah.
Umumnya, pada saat serangan migrain berakhir, penderita merasa lemas dan nyeri otot, tapi
adakalanya merasa gembira sekali. Pada sakit kepala menekan, gejala umumnya ditandai
dengan kepala terasa ditekan atau terikat, tegang menyeluruh pada kedua sisi kepala seperti
pada dahi, pelipis, daerah belakang kepaa atau leher. Orang yang sering terserang sakit
kepala menekan ini, dianjurkan untuk tidak minum obat penghilang rasa sakit lebih dari 5- 10
kali dalam sebulan.
Sebaiknya gunakan obat sakit kepala yang hanya mempunyai satu bahan aktif seperti asam
asetil salisilat, Penggunaan obat kombinasi malah dikhawatirkan bisa menyebabkan sakit
kepala menjadi kronis. Selain itu, penderita dianjurkan untuk banyak melakukan jalan pagi,
senam, latihan relaksasi.
Bila kepala terasa sakit, mengompres leher bagian belakang dengan handuk hangat dapat
membantu meringankan penderitaan. Penderita juga dianjurkan tidak duduk terlalu lama bila
melakukan perjalanan jauh dengan mobil. Usahakan beristirahat pada selang waktu tertentu.
Mungkin penlu diperiksa apakah alas tidur atau bantal menjadi penyebabnya. Tentu saja
apabila obat dan latihan tersebut tidak mempan, perlu konsultasi dokter agar diteliti lebih
lanjut. Penelitian dengan CT-Scan dapat membantu untuk meneliti penyebab utamanya.
Penderita migrain ataupun sakit kepala menekan, dianjurkan tidak minum minuman
beralkohol, makanan yang diawetkan atau dikeringkan, keju tua, kol asam, makanan beragi
atau mengandung banyak nitrat (pada daging olahan), atau MSG yang gampang merangsang
pembuluh darah. Jenis gangguan kepala lain adalah vertigo yang merupakan suatu ilusi
bergerak atau halusinasi gerakan. Penderita merasakan atau melihat lingkungannya seolah
berputar, padahal sebenarnya tidak. Gerakan yang dirasakan pada umumnya berputar,
walaupun ada kasus yang gerakannya bersifat linier (tubuh seolah didorong atau ditarik
menjauhi bidang vertikal).
Perasaan berputar muncul karena sistem keseimbangan dalam otak terganggu. Yang
mengatur sistem keseimbangan adalah sistem vestibuler, sistem serebelum (otak kecil), dan
sistem korteks (lapisan luar) serebri dan batang otak. Vertigo yang dalam bahasa Yunani
artinya memutar, Sebagian besar disebabkan oleh gangguan sistem vestibuler yang sering
dibarengi gangguan sistem otonom (mual, pucat, keringat dingin, muntah, perubahan denyut
nadi, tekanan darah, dan diare).
Vertigo sebenarnya merupakan gejala suatu penyakit, bisa akibat benturan atau trauma
pascakecelakaan, stres, gangguan pada telinga bagian dalam, obat-obatan, terlalu sedikit atau
terlalu banyak aliran darah ke otak. Sensasi sempoyongan juga dapat dialami seseorang yang
berdiri di ketinggian atau bingung berada di tempat yang ramai dan asing. Yang lebih parah
apabila sakit kepala ini merupakan gejala stroke atau tumor otak. Untuk mengetahui pangkal
penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan secara teliti.
Dikenal juga istilah vertigo posisional, yakni vertigo akan muncul hanya pada sikap atau posisi
kepala tertentu, misalnya miring ke kanan atau kiri dan telinga yang terganggu ditempatkan
di sebelah bawah. Sindrom ini pada umumnya hanya berlangsung beberapa detik atau menit
saja, namun disertai rasa mual.
Ada pendapat yang menyatakan, untuk mengatasi gejala itu penderita seharusnya terus
berusaha mempertahankan sikap atau posisi yang mencetuskannya. Dengan latihan ini, lama
kelamaan intensitas serangan akan mereda. Namun dalam kenyataan, kebanyakan penderita
langsung mencari posisi lain untuk mengalihkan serangan. Tapi, ini tergantung penyebabnya.
Kalau kelainan terletak pada batang otak atau serebelum, tidak akan diperoleh perbaikan
dengan cara di atas.
Yang perlu diwaspadai apabila sakit kepala timbul mendadak dengan rasa sakit tidak
tertahankan. Perlu juga dicurigai sakit kepala yang semakin berat. Juga sakit kepala yang
memburuk bila mengejan atau melakukan kegiatan. Apalagi kalau disertai penurunan
kesadaran, bicara mulai kacau, demam tinggi. Sakit kepala yang begini biasanya pertanda
adanya kelainan daam rongga tengkorak.
Sakit kepala karena ketegangan sering dicetuskan oleh stres. Penderita merasa pusing
sewaktu melihat orang banyak, jantung berdebar, perut kembung, mudah tersinggung, sulit
tidur, dan tampak depresi.
Kalau penderita hipertensi umumnya merasa sakit kepala saat bangun tidur dan berkurang
atau hilang saat ia melakukan kegiatan, tidak demikian pada penderita sakit kepala karena
ketegangan. Sakit kepala jenis ini sering dimulai pagi hari, lalu semakin siang semakin terasa
berat. Pada penderita migrain, sering sakit kepala dirasakan justru tengah malam sehingga
mengganggu tidurnya.
Selain jalan kaki dan berenang, para pelanggan sakit kepala sebaiknya juga melakukan senam
ringan seperti menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Ditambah latihan mengangkat
bahu perlahan-lahan. Usahakan pula untuk hidup teratur dan hindari bekerja di luar batas
kemampuan.
Langganan:
Postingan (Atom)

